Tips Memilih Ban Yang Tepat

Ban merupakan komponen penting bagi kendaraan. Bayangkan, jika kondisinya satu bermasalah, anda tidak akan dapat mengemudikannya. Sering konsumen bingung melihat brosur spesifikasi produk ban, belum lagi kode bahasa (terminologi) yang tertera didalamnya. Karena itu artikel ini memberikan petunjuk bagaimana cara memilih ban yang tepat untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan dan banyak hal lainnya.

Ban atau biasa disebut karet hitam ini merupakan bagian yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Tidak terkecuali Anda pengemudi Sedan dengan benderol murah Nano atau bahkan Ferrari FXX sekalipun perlu bijaksana dalam memilih ban yang tepat.


Pertama, tentukan tujuan penggunaan ban, tentu ban mobil untuk sehari-hari akan berbeda dengan yang biasa dipakai di ajang kompetisi. Kendaraan daily use, biasanya mengutamakan keamanan dan kenyamanan dan sanggup bertahan lama. Setelah, mengambil keputusan, kemudian Anda dapat berkunjung ke gerai atau toko penjual ban.

Sayangnya, di gerai tersebut konsumen dihadapkan pada pilihan merek dan harga. Dan kebanyakan daftar merek dan harga dijadikan sebagai patokan konsumen untuk membeli. Karena, biasanya konsumen, melihat ban hanya dari merek yang sudah dikenal walau ada juga dari harga yang ekonomis tanpa melihat kode ban. Nah. untuk membantu anda, berikut istilah kode yang terdapat pada dinding luar ban.

Tipe dan ukuran

Untuk mengetahui tipe dan ukuran ban yang direkomendasikan oleh manufaktur kendaraan, cek pada bagian plakat yang ada di pintu atau laci mobil, dibalik penutup tangki bahan bakar, atau dibuku panduan pemilik.

Variasi ban

Sebagai contoh mengambil ukuran P195/55/R15 84V. P di bagian depan merupakan symbol dari (Passenger) ini berarti ban tersebut diperuntukan bagi mobil penumpang. Misalnya, LT (Lite Truck) mengacu untuk ban yang biasanya digunakan pada truk yang beratnya sedang, ST (Special Trailer) untuk mobil trailer, T (Temporary) untuk ban cadangan. Sedangkan R berarti jenis ban radial. Umumnya terdapat 2 jenis ban di pasaran, jenis radial dan bukan radial (biasa). Secara sepintas tidak ada yang beda, yang membedakan hanya pada konstruksinya saja.


Ukuran ban

Perhatikan ukuran ban, karena jika ukuran lebih besar, lebar atau kecil ban tidak akan terpasang dengan benar. Misalnya, angka 195/55/R 15, 15 menunjukkan ukuran lingkar diemeter ban dalam satuan inchi.

Lebar
lebar ban adalah satu hal yang perlu dipertimbangkan untuk daya cengkram tanah. Pasalnya, tapak ban ini yang menjadi pijakan ke jalan. Semakin tinggi angka menunjukkan ukuran lebar tapak ban dan sebaliknya angka yang kecil berarti lebar tampak juga sempit.

Misal: P195/55/R15 84V - 195 angka yang dicetak tebal adalah ukuran lebar ban dengan satuan milimiter.

Pola tapak ban

desain model atau pola tapak ban menentukan daya cengkram dan juga tingkat kenyamanan mobil. Tapak yang baik adalah yang berdesain normal. Untuk memberikan kenayamanan dalam penggunaan mobil sehari-hari.

Tipe alur V yang agressif memiliki kemampuan mencengkram aspal dengan baik. Ban alur ini juga mampu mereduksi suara dari putaran ban. Kalau Anda tinggal di daerah yang beriklim hujan, ban tipe ini layak dipertimbangkan. Kelebihan jenis ini dapat memberikan kontrol pengendalian terutama saat jalan basah dan saat berbelok.

Indikator Kecepatan Seperti kinerja mesin ban juga memiliki keterbatasan. Perhatikan huruf yang tercetak pada didinding ban. Walau pun, ini dimaksudkan bagi mobil ber-spesifikasi balap. Tapi jika, Anda melajukan mobil sampai kecepatan maksimum, pastikan ban dapat bertahan terhadap panas akibat rotasi ban yang berputar kencang.

contoh : P195/55/R15 84V - V disini adalah kecepatan rata yang mengindikasikan kecepatan maksimum yang bisa dicapai dalam hal ini sampai dengan 240 kph.

Q - 160 kph
S - 180 kph
T - 190 kph
U - 200 kph
H - 210 kph
V - 240 kph
W - 270 kph
Y - 300 kph
(Y) - Above 300 kph


Profil

Ban dengan profil tipis seperti 40 atau 50 akan terlihat baik pada mobil Anda, tetapi rawan bila melawati kondisi jalan yang buruk. Karena dapat mengakibatkan velg cepat rusak lantaran ban tidak tebal. Profil ban yang lebih tebal yang biasa terdapat di mobil baru asal pabrikan diyakini lebih nyaman digunakan untuk harian. Velg juga dapat terhindari dari kerusakan.

Contoh: P195/55/R15 84V - 55 adalah rasio tinggi dinding samping ban dengan lebar cross-section (55 persen).


Pemeliharaan

Merawat ban mobil tidak terlalu sulit dan mudah dilakukan siapa saja:

Pastikan saat mengisi tekanan angin, sesuai dengan ukuran dan petunjuk dari produsen ban. Bila perlu isi dengan cairan nitrogen, karena diklaim dapat menjaga tekanan suhu ban lebih konstan. Lakukan cek berkala tekanan suhu ban, dan pastikan tidak ada kotoran atau puing yang melekat di permukaan ban. Anda akan terhindar dari kesalahan memilih ban, jika sudah mentahui seluk-beluknya. Sebagai pemilik mobil, posisikan anda mengerti keinginan mobil anda. Dengan banyaknya ragam ban di pasaran, satu yang pasti menemukan satu set ban yang tepat untuk satu kali pembelian dan kebutuhan adalah langkah efektif dalam menghemat budget.

Tips ini dipersembahkan oleh "Happy Car Rental"
PT. Budhi Surya Sejahtera - Pondok Avicenna, Jl. Taman Pemuda No. 2 Cirebon
Telp. 08156407913 / 081298476511

Tips Menjaga Ketahanan Sockbreaker

Kebanyakan pemilik mobil baru menilai mobil mereka sudah nyaman. Meski dikemudikan melewati berbagai kondisi jalan namun penumpang tetap merasa nyaman. Disadri atau tidak kinerja suspensi ada batasnya, bila tidak dijaga dengan baik. Ini sebabnya, pemilik kendaraan perlu mengetahui kelemahan dan kelebihan sockbreaker.

Apa itu Sockbreaker

Sokbreker atau peredam kejut -seperti namanya-. Alat ini terbuat dari bahan logam baja. Penggunaan logam baja sebagai bahan dasar memiliki tujuan agar sockbreaker memiliki daya tahan yang cukup lama. Fungsinya sebagai peredam goncangan sehingga bodi tidak bergoyang berlebihan akibat melewati jalan bergelombang.

Setiap kali pengemudi mengenai gundukan, melintas di jalan berlubang, perangkat ini berperan untuk meredam gerakan saat per keongnya bergerak keatas-bawah.

Bagaimana Sockbreaker bekerja?

Prinsip kerjanya, sockbreaker menekan pegas melalui minyak sehingga dapat mengembangkan gesekan hidrolik yang diperlukan. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan gerakan suspensi yang berlebihan.

Ada dua cara peredam kejut menjaga ada 2 cara sockbreaker itu bekerja, pertama sebagai kompresi atau gerakan menutup. Dan kedua, rebound atau dikenal dengan istilah gerakan membuka.

Perlu diketahui, shockbreaker bekerja pada masing-masing ban Ia membantu pegas (yang menjadi penopang utama beban mobil) dalam meredam getaran. Semakin sering shockbreaker terkena guncangan dengan beban berlebihan, daya tahannya pun akan semakin berkurang. Akibatnya, shockbreaker mobil menjadi lemah yang mengakibatkan body kendaraan terasa melayang saat melaju.

Jenis Peredam Kejut

Anda boleh senang, karena di sentra onderdil saat ini banyak menyediakan berbagai merek dan tipe sockbreaker aftermarket.

1.Tipe Hydrolic (oli)

Model ini konvensional, kebanyakan dipakai porang. Kekuatan dari peredam kejut jenis hidrolik diperoleh dari ketersediaan minyak (oli) didalam tabung melalui kalibrasi. Nah, dari kalibrasi ini menghasilkan kenyamanan serta pengendalian laju yang lebih baik.

2. Tipe Gas

Tipe kedua ini memiliki cara kerja dengan menggunakan prinsip yang sama seperti peredam kejut hidrolic namun perbedaannya terletak di pangkal sokbreker yang terdapat gas nitrogen dengan tekanan tinggi. Lantaran, berisiko akibat pencampuran minyak dengan gas, maka diberikan pembatas untuk memisahkan keduanya. Tipe ini memiliki kelebihan bisa diseting tingkat kelembutan atau kekerasan suspensinya.

3. Tipe Ganda

Jenis ini baru dan merupakan pengembangan dari kedua model diatas. Setelah melewati berbagai tes dan penelitian tipe ganda mampu memberikan kestabilan bagi kedua sisi bodi. Karena itu perusahaan mobil perlu melakukan berbagai tes dan penelitian agar suspensi mobil dapat memberikan kenyamanan maksimal.

Daya Tahan sokbreker?

Sayangnya, sering terjadi bahwa sebagian besar peredam kejut yang tersedia di pasar relatif rentan terhadap kerusakan. Hal ini terutama berlaku jika sistem suspensi mobil sering dipaksa untuk bekerja di bawah medan jalan yang ekstrim


Lalu bagaimana cara mengetahui sokbreker harus diganti atau tidak?

Nah, cara termudah mengetahuinya, kemudikan mobil untuk melewati jalan yang tidak rata dan berlubang termasuk jalan yang terdapat banyak gundukan.

Perlu diingat, jika terjadi kebocoran minyak pada sokbreker ini merupakan indikasi peredam kejut harus segera diganti krena ada kemungkinan sokbrker sudah aus atau bisa jadi karet sealnya sudah getas.

Pemilik mobil juga perlu memperhatikan kondisi sokbreker jika terlihat penyok di tabungnya, permukaan kasar, lubang kecil di batang pegas, dan juga kondisi ban tidak normal bisa menjadi penyebab sokbreker cepat rusak.

Perhatikan masa pakai sokbreker sehingga dapat diantisipasi sejak jauh hari bila terjadi kerusakan dan butuh diganti.

Rata-rata pemilik mobil menghitung berdasarkan jarak tempuh yang terdapat di speedometer tapi terkadang dinilai kurang akurat. Alasannya, karena ada beberapa peredam kejut yang mampu bekerja baik walau jarak tempuh sudah lebih dari 6.5000 Km sementara ada juga yang sudah rusak bahkan sebelum mencapai 30.000 Km. Alternative lain, menggoyangkan bodi mobil dengan bantuan tangan tentu saat mobil dalam kondisi diam.

Seringkali terjadi salah pengertian bagi pemilik mobil, yang berpatokan pada garansi. Sama sekali tidak betul, sebab jaminan atau garansi pembelian produk bukan sebagai acuan dalam mengganti sokbreker. Arena itu merupakan salah satu bagian dari strategi pemasaran produk.

Cara Merawat Dan Menjaga Ketahanan Sockbreaker

Usahakan menghindari jalan-jalan berlubang. Kalaupun memang harus melewati jalur tersebut, laluilah dengan laju kendaraan yang lambat. Jangan menerjang lubang sehingga suspensi bekerja keras meredam guncangan.

Jangan bebani kendaraan dengan muatan yang melebihi saran pabrikan mobil. Karena, dengan beban berlebihan, artinya suspensi harus kerja keras. Pengaruh berikutnya, komponen-komponen akan cepat loyo dan sulit bekerja maksimal.

Usahakan sering membersihkan sokbreker dari kotoran yang menempel. Sebab, bila ada kotoran yang menempel dan menyelinap ke sisi-sisi yang bergerak, akan mempercepat keausan seal maupun piston pada shockreaker. Karena itu, pada beberapa tipe shockbreaker biasanya terdapat karet penutup yang berfungsi mencegah kotoran masuk. Periksa karet tersebut dari kemungkinan sobek.

Tips ini dipersembahkan oleh "Happy Car Rental"
PT. Budhi Surya Sejahtera - Pondok Avicenna, Jl. Taman Pemuda No. 2 Cirebon
Telp. 08156407913 / 081298476511

Tips Mencegah Pencurian Mobil

Guna mencegah pencurian mobil, pengguna mobil tidak boleh kalah pintar dari para maling. Untuk antisipasi, pengguna mobil sebaiknya memasang perangkat keamanan tambahan di mobil masing-masing. Berikut serangkaian jenis perangkat anti-maling mobil yang umum:

Kunci Setir

Kunci setir umumnya berbentuk batangan baja. Alat ini disebut kunci setir karena dipasang di setir mobil. Ketika setir mobil dipasangi alat ini, maka setir mobil tidak bisa digerakkan lagi. Karena itu, jika maling bisa masuk dan menghidupkan mesin mobil, mobil mungkin bisa jalan tetapi tidak bisa belok.

Dengan kunci setir, mobil yang disatroni maling memang tidak bisa pergi jauh. Tapi, kunci setir tidak bisa mencegah maling masuk mobil. Karena itu, maling mungkin tidak bisa mencuri mobil berkat kunci mobil. Tapi, maling tetap bisa mencuri benda apa pun yang ada dalam mobil. Ini adalah kelemahan utama kunci setir.

Alarm Mobil

Peranti anti-maling mobil yang paling umum adalah alarm. Dengan alarm, mobil membunyikan suara sangat kencang apabila sistem mendeteksi upaya pembobolan pintu atau jendela. Alarm mobil juga kerap berbunyi ketika ada gerakan tidak wajar di sekitar mobil.

Akan tetapi, alarm mobil sangat sering menyalak akibat sebab yang tidak jelas, terkadang bahkan akibat kesalahan pengguna sendiri. Karena itu, orang-orang di sekitar mobil pun banyak yang tidak peduli jika ada alarm mobil menyala. Mereka menganggap, peringatan dari alarm itu adalah peringatan palsu seperti yang kerap terjadi.

Immobilizer

Dibandingkan alarm, peranti anti-maling yang lebih efektif adalah immobilizer. Peranti elektronik ini sudah menjadi standar keamanan di sejumlah mobil baru. Dengan immobilizer, mobil tidak akan bisa hidup jika tidak dikontak dengan kunci yang benar.

Immobilizer bekerja dengan secara elektronik mencocokkan kode dalam kunci dengan kode yang tersimpan dalam Electronic Control Unit (ECU) di mobil. Jika kode yang ditransmisikan kunci tidak sesuai, maka kunci mobil tidak bisa digunakan untuk menghidupkan mesin.

Pelacakan GPS

Cara paling canggih untuk mengamankan mobil adalah dengan sistem pelacakan GPS (global positioning system). Mobil harus dilengkapi peralatan khusus untuk dapat menggunakan sistem keamanan ini.

Dengan GPS, maling memang tetap bisa masuk, menghidupkan mesin, dan membawa kabur mobil. Tetapi, peranti GPS dalam mobil terus-menerus memancarkan sinyal ke satelit sehingga posisi mobil bisa terus dipantau dengan komputer.

Karena itu, pengguna kemudian bisa menghubungi polisi untuk menyergap pencuri mobil itu di tempat dan waktu yang tepat. Sejumlah produsen saat ini bahkan sudah menawarkan sistem pelacakan GPS yang bisa mematikan mesin mobil dari jarak jauh untuk menghentikan pelarian pencuri.

Tips ini dipersembahkan oleh "Happy Car Rental"
PT. Budhi Surya Sejahtera - Pondok Avicenna, Jl. Taman Pemuda No. 2 Cirebon
Telp. 08156407913 / 081298476511


Tips Mengemudi Cerdas

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan ketika berkendara di jalan. Bahkan seorang pengemudi dengan ketrampilan mengemudi yang baik tidak bisa menjamin dirinya tidak terlibat dalam suatu kecelakaan. Hal ini karena mobil lain juga bisa menjadi penyebab kecelakaan.

Oleh karena itu, untuk mencegah kejadian tak terduga di jalan adalah bijaksana untuk memperhatikan 10 panduan mengemudi cerdas yang juga dikenal sebagai defensive driving.

1. Lakukan pemeriksaan awal kendaraan sebelum melakukan engine start meliputi pengecekan lampu indikator, kondisi bodi, tekanan angin ban, pemeriksaan bagian bawah untuk mengecek kebocoran oli, termasuk minyak rem.
2. Berat beban di mobil juga dapat mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Untuk itu ada baiknya keluarkan barang yang tidak diperlukan dari dalam mobil. Jika di mobil terdapat roof rack dan tidak sedang digunakan sebaiknya dilepas. Namun, jika Anda menggunakannya untuk membawa barang sebaiknya berkendara dengan kecepatan rendah agar untuk menghindari barang bawaan terjatuh.
3. Pastikan menggunakan sabuk pengaman (safety belt) dan jangan lupa mengencangkannya. Karena dapat melindungi si pengguna dari cedera lebih berat saat terjadi kecelakaan. Cara memakai safety belt dengan benar yaitu silangkan safety belt dari tulang bahu ke pinggul sebab kedua tulang tersebut paling kokoh di tubuh manusia. "Umumnya orang menggunakan safety belt dengan alasan untuk menghindari sanksi tilang dari petugas polisi. Padahal, peranti ini sangat penting.
4. Sesuaikan posisi spion dalam dan samping sehingga pengemudi dapat melihat semua sudut secara optimal. Pasalnya, setiap mobil pasti memiliki blind spot area (area yang tidak terlihat pengemudi), sebaiknya lakukan head check atau menengokkan kepala sesaat sebelum pindah jalur atau berputar.
5. Untuk poin yang kelima ini menyangkut penguasaan setir. Posisi yang ideal memegang setir, posisikan kedua tangan berada di posisi jam 3 dan 9 karena aman, jika terjadi kecelakaan airbags (kantong udara) akan mengembang diantara kedua tangan. Selain itu, dapat menyalakan tuas lampu belok maupun wiper dengan jari bukan dengan tangan.
6. Hilangkan kebiasaan buruk saat mengemudi seperti merokok, menerima panggilan telepon, makan, minum atau bahkan mengobrol. Karena bila dilakukan dapat mengganggu konsentrasi mengemudi. Tapi, jika ingin melakukan hal tersebut, pengemudi sebaiknya berhenti sejenak di tempat aman atau memastikan telepon selular Anda terhubung dengan hands-free.
7. Saat mengemudi dianjurkan untuk menjaga jarak aman. Pengemudi defensive selalu menyediakan ruang antara mobil di depan, samping dan belakang. Dalam hal ini, jangan mengikuti terlalu dekat sebab kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian. Semakin banyak ruang semakin banyak waktu tersedia untuk bereaksi. Menjaga Jarak aman antara kendaraan saat beriringan adalah 3 detik.
8. Teknik pengoperasian gigi transmisi. Walau mobil Anda sudah menerapkan teknologi yang ramah bahan bakar ternyata tidak menjamin jika karakter berkendara kebanyakan pengemudi masih buruk. Mesin dengan bahan bakar bensin rata-rata bekerja optimal di putaran 2.000 - 2.500 rpm. Oleh karena itu, saat melakukan perpindahan gigi sebaiknya lakukan pada jarak rpm 2.000 sampai 2.500 rpm.
9. Lalu, terkait efisiensi bahan bakar. Ada baiknya memperhatikan momentum kendaraan. Misalnya, ketika akan mendekati perempatan atau pertigaan lampu lalu lintas, sebaiknya angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan mobil meluncur sebelum menginjak pedal rem. Hal ini diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar mobil Anda.
10. Terakhir, matikan mesin mobil jika berhenti dan terdiam selama lebih dari 20 detik (tapi syaratnya mesin mobil harus dalam kondisi mudah start). Sebab, mesin yang hidup dalam kondisi diam yang lama misal 3 menit sama halnya dengan Anda melakukan perjalanan sejauh 1 km pada kecepatan konstan 50 km/jam.

Tips ini dipersembahkan oleh "Happy Car Rental"
PT. Budhi Surya Sejahtera - Pondok Avicenna, Jl. Taman Pemuda No. 2 Cirebon
Telp. 08156407913 / 081298476511

Cara Taklukkan Tikungan Dengan Suspensi Handal

Secara sederhana, suspensi adalah komponen yang menghubungkan sasis dengan roda. Komponen suspensi biasanya bermacam-macam. Ada batang besi, ada per, ada pula peredam kejut. Setiap komponen tersebut memegang peran penting dalam menentukan tingkat pengendalian mobil.

Dengan suspensi yang baik, pengendalian mobil memang menjadi jauh lebih baik, terutama saat menikung dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa upgrade suspensi biasanya tidak murah.

Salah satu komponen utama dari suspensi adalah peredam kejut. Komponen tersebut berfungsi untuk menyerap getaran saat per bekerja menjaga stabilitas mobil. Per menjalankan tugas itu dengan menjamin bahwa peredam kejut bisa bergerak naik-turun secara benar.

Dari sini seni memilih peredam kejut dan per dimulai. Ada tiga kombinasi per dan peredam kejut yang dapat dimanfaatkan pengendara, yaitu per kaku dengan peredam kejut kaku, per kaku dengan peredam kejut lembut, dan per lembut dengan peredam kejut lembut.

Per Kaku dengan Peredam Kejut Kaku

Per dan peredam kejut yang kaku memang bisa menjaga posisi bodi mobil tetap datar saat menikung tajam. Akan tetapi, per dan peredam kejut kaku membuat bantingan mobil menjadi keras. Dengan per dan peredam kejut yang sangat kaku, Anda mengendarai mobil layaknya naik go kart, yang sama sekali tidak dilengkapi suspensi.

Dengan per dan peredam kejut kaku, mobil juga bergetar lebih hebat ketika melewati jalan tidak rata. Karena itu, jangan kaget apabila Anda kemudian mendengar suara-suara aneh seperti ada komponen rontok dalam mobil Anda, ketika menggunakan per dan peredam kejut yang kaku.

Per Kaku dengan Peredam Kejut Lembut

Guna menjaga kenyamanan berkendara, agar bantingan mobil tetap empuk, Anda bisa mengombinasikan per kaku dengan peredam kejut lembut. Dengan sistem kombinasi itu, Anda bisa menikung lebih cepat.

Akan tetapi, karena Anda menggunakan peredam kejut lembut, bodi mobil terkadang oleng juga ketika menikung tajam dengan kecepatan cukup tinggi. Setelan model ini cocok untuk berkendara sehari-hari di kawasan perkotaan.

Per Lembut dengan Peredam Kejut Lembut

Jika kombinasi itu masih terlalu keras bagi Anda, maka Anda perlu mencoba kombinasi per lembut dengan peredam kejut yang lembut pula. Tapi perlu Anda ingat, kombinasi ini membuat mobil Anda mengayun-ayun naik-turun saat berjalan, seperti perahu.

Dengan kombinasi ini, jangan coba-coba berpacu dengan kecepatan tinggi, apalagi saat menikung. Sebab, ayunan mobil bisa membuat Anda mabuk darat, jika Anda tidak punya perut yang kuat. Tetapi, jika tanpa modifikasi suspensi mobil Anda sudah berjalan berayun-ayun seperti perahu, maka itu tanda bahwa peredam kejut atau per mobil Anda harus diganti.

Anti-Roll Bar dan Strut Bar

Menuju ke level lebih tinggi, langkah lain yang populer dilakukan untuk upgrade suspensi adalah memasang anti-roll bar dan strut bar. Jangan dulu terintimidasi oleh istilah teknis industri otomotif yang membingungkan itu. Berikut penjelasan sederhananya.

Anti-roll bar pada dasarnya adalah batang baja yang menghubungkan suspensi kanan dan kiri. Sesuai namanya, anti-roll bar berfungsi meredam gejala oleng pada mobil. Anti-roll bar bekerja dengan mencegah gerakan berlebihan pada masing-masing peredam kejut dan per di kanan dan kiri. Dengan bodi yang tidak gampang oleng, berkat pemasangan anti-roll bar, Anda bisa menikung lebih cepat.

Sementara itu, strut bar mencegah bodi oleng dengan meredam goyangan sasis. Mobil memang cenderung oleng apabila memiliki sasis lentur. Ketika dipasangi strut bar, sasis menjadi lebih kaku sehingga mobil tidak gampang oleng dan Anda bisa lebih jago melibas tikungan.

Ride Height

Jika Anda akrab dengan game balap seperti Need for Speed, Anda tentu sudah paham dengan istilah ride height. Bagi yang belum paham, berikut penjelasan sederhananya.

Teori sains kelas dasar mengatakan, ketika pusat gravitasi sebuah benda berada semakin dekat dengan pusat gravitasi bumi, maka benda itu menjadi semakin susah terguling. Teori yang sama berlaku juga untuk mobil Anda.

Semakin tinggi mobil Anda dari permukaan tanah, maka semakin tinggi pula ride height mobil Anda. Akibatnya, mobil Anda semakin jauh dari pusat gravitasi bumi. Karena itu, mobil Anda menjadi lebih mudah terguling ketika menikung tajam dengan kecepatan tinggi.

Karena itu, Anda harus memangkas ketinggian mobil. Ini bisa dilakukan dengan mengganti per atau peredam kejut ,atau keduanya, dengan yang lebih pendek. Atau, Anda bisa juga memotong per dan mengepres peredam kejut standar di bengkel-bengkel suspensi.

Dengan mobil yang rendah, Anda bisa menikung lebih cepat karena mobil tidak gampang miring. Akan tetapi, mobil-mobil yang ceper juga punya risiko tersendiri. Kolong mobil rawan rusak karena terbentur benda-benda keras di jalan atau polisi tidur.

Sudut Camber

Tidak kalah penting, kita bicara tentang sudut camber. Penjelasannya, sudut camber adalah sudut kemiringan vertikal roda mobil. Sudut camber ini perlu kita ulas karena sangat menentukan kinerja mobil Anda dalam menaklukkan tikungan.

Apabila sebuah mobil memiliki roda bersudut camber negatif, maka ketika mobil dilihat dari depan, tampak bahwa bagian bawah roda mobil miring ke luar sedangkan bagian atas miring ke dalam. Dengan sudut camber negatif, mobil lebih tangguh melibas tikungan.

Penjelasannya, ketika mobil menikung, tekanan bertumpu pada sisi luar ban. Alhasil, bagian bawah ban melipat ke luar sehingga tapakan ban ke permukaan jalan menjadi lebih lebar. Dengan demikian, mobil memiliki traksi lebih baik sehingga tidak gampang selip ketika menikung tajam dalam kecepatan tinggi.

Sebaliknya, apabila mobil memiliki roda bersudut camber positif, seperti kebanyakan SUV, maka ketika mobil dilihat dari depan, tampak bahwa bagian bawah roda miring ke dalam sedangkan bagian atas miring ke luar.

Jika mobil Anda memiliki roda bersudut camber positif, maka Anda jangan coba-coba bermain dengan menikung tajam pada kecepatan tinggi. Sebab, mobil bisa kehilangan traksi dan melintir tidak terkendali. Jika mobil Anda tinggi, ada pula kemungkinan mobil terbalik saat melakukan manuver itu.

Ban dan Velg

Ketika suspensi sudah di-upgrade, Anda sebaiknya membelanjakan pula dana tambahan untuk mengganti ban dan velg agar kinerja suspensi Anda maksimal. Sebab, ban dan velg standar tidak memiliki traksi cukup baik untuk melakukan manuver-manuver ekstrem di tikungan.

Agar jago menikung, mobil sebaiknya dilengkapi ban berprofil rendah dengan dinding luar keras. Sedangkan untuk velg, Anda sebaiknya memilih velg berdiameter lebar yang berbahan ringan tetapi kuat. Misalnya velg alloy yang terbuat dari aluminium atau magnesium. Tapi perlu diingat, velg aluminium dan magnesium tidak murah.

Tips ini dipersembahkan oleh "Happy Car Rental"
PT. Budhi Surya Sejahtera - Pondok Avicenna, Jl. Taman Pemuda No. 2 Cirebon
Telp. 08156407913 / 081298476511