Curug Cimahi Bandung

Siapa yang tidak senang pergi berlibur ke daerah dengan udara yang sejuk dan diiringi oleh gemericik air terjun, di area seluas 2 ha ini mempu memberikan atmosfir yang tenang bagi siapa saja yang menikmatinya.

Transportasinya pun relatif mudah. Curug yang terletak di Bandung Utara ini, tepatnya di kota Cimahi bisa anda temui setelah melalui jalan Sersan Bajuri ke arah Universitas Advent Indonesia menuju ke terminal Parongpong. Bagi anda yang tidak berkendaraan pribadi, dapat menggunakan jasa angkutan umum dengan jurusan Ledeng – Sukasari dari terminal Ledeng. Setelah sampai di terminal Sukasari , dapat diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 15-20 menit sambil menikmati kesejukan udara dan suasana indah pegunungan di sepanjang jalan. Namun bagi yang tidak terbiasa jalan kaki, dapat memanfaatkan jasa angkutan umum Cisarua – Lembang, dengan ongkos yang tidak mahal tentunya.

Setelah sampai di depan papan bertuliskan “ Wahana Wisata Curug Cimahi”, anda bisa menyusuri jalanan menurun yang dikelilingi dengan pepohonan dan sesekali akan dikejutkan dengan lompatan monyet yang akan meramaikan perjalanan anda.

Curug Cimahi banyak dikunjungi muda mudi yg senang melakukan lintas alam, karena kondisi jalan yang menantang.Bagi anda yang akan menjadi wisatawan dari luar kota jangan khawatir, karena curug ini dibuka setiap hari dari pukul 08.00 s/d 18.00 WIB. 

Monumen Bandung Lautan Api

Terletak di Tegalega. Monumen ini dibangun untuk mengenang para pahlawan. Sebuah kisah abadi di tahun 1946 di bulan Maret, kisah nyata tragedi heroik rakyat Bandung yang dikenang dan dikenal sebagai Bandung Lautan Api. Daeng Kosasih Ardiwinata, sebagai salah satu saksi mata sekaligus pahlawan tragedi Bandung Lautan Api, sebagai bentuk perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan.

Monumen Bandung Lautan Api, merupakan monumen yang menjadi markah tanah Bandung. Monumen ini setinggi 45 meter, memiliki sisi sebanyak 9 bidang.


Monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.

Monumen ini berada di tengah-tengah kota yaitu terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Monumen ini menjadi salah satu monumen terkenal di Bandung.

Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 23 Maret mengenang peristiwa Bandung Lautan Api. 

Museum Sri Baduga Bandung

Museum ini terletak di Jl. B.K.R. No. 185.Museum ini dikelola oleh pemerintah propinsi Jawa Barat, yang mulai didirikan pada tahun 1974 dengan memanfaatkan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega,yang kemudian diresmikan pada tanggal 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Daoed Joesoef.

Penamaan museum ini diambil dari gelar salah seorang raja Pajajaran sebagaimana tertulis pada Prasasti Batutulis. Dan kemudian ditetapkan melalui Kepmendikbud, museum ini menyimpan benda-benda alam, benda budaya, yang sampai pada tahun 2005 telah mengumpulkan sejumlah 5893 buah.

Di museum Sri Baduga ini terdapat 3 lantai yg siap membantu anda mengenal sejarah & budaya Jawa Barat. Di lantai satu ditampilkan kekayaan alam. Lantai Dua, menampilkan profil masyarakat tradisional Sunda dan hasil budayanya. Lantai tiga, ditampilkan penataan suasana ruangan yg biasa terdapat dalam satu rumah.

Museum ini buka setiap hari Senin – Jumat, pukul 08.00 – 15.00 WIB dan Sabtu – Minggu, pukul 08.00 – 14.00. 


Taman Ganesha Bandung

Ada sebuah taman kota yang terletak di Jalan Ganesha – Bandung, persis di depan Kampus Institut Teknologi Bandung. Taman Ganesha ini tidak begitu luas namun sangat asri karena berbagai tumbuhan yang ada di taman dan sekitarnya. Taman dilengkapi dengan banyak tempat duduk yang dapat digunakan untuk refreshing khususnya di siang hari. Karena lokasinya tidak jauh dari Kebun Binatang Bandung, taman ini sering digunakan oleh para pengunjung kebun binatang untuk beristirahat bersama keluarga sambil menikmati makan siang.

Di sekitar taman tumbuh pepohonan yang tinggi yang dihuni oleh beraneka ragam burung. Memang, kawasan Jalan Ganesha diperuntukkan bagi konservasi beraneka ragam burung sehingga tidak satu pun burung yang ada diperbolehkan untuk diburu.

Bagi yang ingin berkuda sambil berkeliling taman, di sekitar taman terdapat banyak sekali penyewaan kuda. Bagi anak kecil dapat didampingi oleh sang pemilik kuda, atau bagi yang sudah berani berkuda sendiri dapat melakukannya tanpa didampingi sang pemilik kuda. Bagi keluarga yang ingin beramai-ramai menikmati taman dapat menyewa dokar yang dikendalikan oleh sang pemilik dokar.

Curug Cinulang

Berbicara mengenai tempat wisata lintas alam, terdapat banyak sekali terutama di daerah Bandung dan sekitarnya. Terdapat air terjun favorit sebagai kunjungan wisata alam yang selalu lebih ramai dikunjungi menjelang bulan Ramadhan dan setelah Hari Taya Iedul Fitri, air terjun ini bernama Curug Cinulang. Saking populernya tempat wisata Curug Cinulang sampai tercipta sebuah lagu Pop Sunda ciptaan Yayan Djatnika yang berjudul “Curug Cinulang”.

Curug Cinulang atau ada pula yang meyebutnya Curug Sindulang berada di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Dari kota Bandung untuk menuju Lokasi Curug Cinulang jarak yang harus ditempuh itu sekitar 38 km ke arah timur. Setelah sampai di areal parkir para pengunjung masih harus menempuh jarak sejauh 100 meter untuk sampai di tempat tujuan wisata alam Curug Cinulang.

Biasanya para pengunjung yang belum mengenal lokasi Curug Cinulang lebih dalam, mereka lebih senang menggunakan jasa Happy Travel atau Travel Bandung Kuningan supaya mempermudah perjalanan wisatanya.

Berbicara mengenai Curug Cinulang, di tempat wisata alam ini terdapat dua buah air terjun yang aliran air nya cukup deras, ketinggian ke – dua air terjun ini hapir sama, hanya saja air terjun yang pertama airnya agak lebih deras dari air terjun yang selanjutnya.

Para pengunjung yang ingin mandi atau hanya bermain – main di sekitar air terjun Curug Cinulang lebih suka berada di sekitar jarak 5 meter tepat di bawah air terjun, atau ada pula yang menikmati keindahan dan gemuruh air yang jatuh dari Curug Cinulang ini di atas jembatan yang melintasi Sungai Citarik dengan luas jembatan tersebut sekitar 1 meter saja.

Sungai Citarik merupakan aliran air di bawah Curug Cinulang, di seberang sungai ini terdapat bukit yang di dalamnya terdapat area bermain untuk anak – anak. Di area bermain tersebut terdapat ayunan dan bangunan panjat tangkas.

Para wisatawan yang berkunjung ke Curug Cinulang selain untuk menikmati keindahan air terjunnya juga mereka senang melakukan lintas alam ke bukit tersebut.