Cek Tekanan Angin Ban Secara Rutin

Terkadang hal sepele justru membuat Anda mendapat musibah besar. Tidak teliti dan malas mengontrol sesuatu yang detil menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.

Seperti mengecek tekanan angin pada ban yang hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit. Meski tampak sepele dan sepertinya bisa ditunda, ada resiko tertentu terhadap keselamatan Anda dan keluarga saat berkendara.

Pemeriksaan tekanan angin secara periodik bisa meminimalisir resiko terhadap keselamatan. Sebaiknya periksa tekanan angin minimal dua minggu sekali. Jangan satu bulan sekali. Pengecekan tekanan angin ban juga perlu karena bisa menghindari ban pecah saat melaju dengan kecepatan tinggi. Karena bila salah satu ban tekanan anginnya berbeda dengan ban lainnya alias komposisinya tidak sesuai bisa membuat ban pecah.

Menurut Andi, angin di dalam ban mobil saat ini sebagian besar berisi air. Kenapa bisa terisi air? Menurut pria berkacamata ini pengisian angin yang berada di pinggir jalan rata-rata di dalam kompresornya terisi air. Sehingga saat angin disalurkan melalui selang ada cipratan air yang masuk ke dalam ban. Alhasil ketika mobil Anda terparkir atau berjalan di bawah terik matahari, air tersebut bisa menguap. Akibatnya tekanan angin ikut berkurang.

Alasan lain yang membuat pemilik mobil harus rajin mengecek tekanan angin ban ialah menjaga kondisi ban. Ban yang kurang tekanan angin dan sering melewati jalan yang berlubang akan membuat ban cepat rusak.
Bila kondisi ban sudah tidak rata permukaannya, maka kenyamanan dalam kabin bisa terganggu. Suara berisik seperti mendengung yang kadang kita dengar dalam kabin itu biasanya berasal dari suara gesekan aspal dengan ban yang kondisinya sudah tidak bagus.

Tidak heran bila banyak produsen ban dan dealer mobil ketika menjual mobilnya menyarankan pemiliknya rutin mengecek tekanan angin. Karena tekanan angin yang sesuai dengan standar, misal 30 - 32 Psi, bisa meminimalisir hal-hal tersebut.

Rusaknya ban ternyata tidak hanya kurangnya tekanan angin, bisa saja ban rusak karena balancing dan spooring yang tidak benar. Ketika balancing dan spooring yang mulai berubah tidak segera diperbaiki, maka umur ban bisa menjadi lebih pendek. Maka dari itu setiap dealer dan bengkel mobil ada baiknya mengingatkan pemilik mobil untuk mengecek spooring dan balancing pada saat mobil sudah menempuh jarak sebanyak 20.000 - 25.000 km.

Jalanan dengan lapisan beton yang mempunyai kontur berbeda dengan aspal juga bisa membuat ban cepat aus. Kenapa? Karena jalanan beton lebih kasar dari aspal sehingga lebih cepat mengikis karet ban. Meskipun dari segi awet, jalanan beton lebih tahan lama dibanding aspal.

Tidak salah bila umur ban baru sulit diprediksi kapan harus diganti. Karena ada dua hal yang menentukan umur suatu ban, yakni perilaku mengemudi dan pemakaian (kondisi jalan yang dilalui). Namun umumnya umur ban mobil berkisar dua sampai tiga tahun.

Dari banyaknya permasalahan di atas yang diakibatkan kurangnya tekanan angin, itu semua terjadi dengan pengisian angin biasa. Dengan menggunakan nitrogen bisa meminimalisir kerusakan pada ban. Memang harga pengisian angin nitrogen jauh lebih mahal, tapi daya tahan tekanannya lebih berumur panjang. Meski begitu pengecekan tekanan tetap harus rutin dilakukan walaupun lebih lama satu minggu. Menggunakan angin nitrogen juga diklaim bisa membuat umur ban lebih panjang dengan syarat diisi secara konsisten.

Tips ini dipersembahkan oleh "Happy Car Rental"
PT. Budhi Surya Sejahtera - Pondok Avicenna, Jl. Taman Pemuda No. 2 Cirebon
Telp. 08156407913 / 081298476511

0 komentar:

Posting Komentar